7 Penyebab Komputer Cepat Rusak dan Cara Mengatasinya

by Anthony Hermanto 636 views0

Memiliki komputer baik itu PC desktop, Notebook, atau keduanya tentu dapat memudahkan pekerjaan Anda. Namun apa jadinya, jika PC dan Notebook Anda mengalami penurunan efisiensi secara cepat dalam waktu yang singkat? Hal tersebut tentu akan menimbulkan masalah tersendiri untuk Anda. Oleh karena itu, pada artikel ini akan dibahas mengenai 7 penyebab komputer cepat rusak dan cara mengatasinya.

1. Listrik Tidak Stabil

Listrik yang tidak stabil atau mati lampu secara mendadak merupakan fakor utama komputer cepat rusak, yang diawali penurunan efisiensi pada komputer secara drastis. Hal ini dibuktikan oleh riset IBM yang menyatakan lebih dari 40% kerusakan komputer terjadi setiap tahunnya akibat listrik  yang tidak stabil.

Kerusakan yang ditimbulkan biasanya langsung ke hardware seperti motherboard, harddisk, dan power supply. Untuk menghindari komputer cepat rusak karena listrik, Anda dapat menggunakan stabilizer dan UPS untuk komputer dan notebook Anda.

2. Komputer Jarang Dibersihkan

Jika notebook dan komputer Anda bekerja secara lambat, mungkin itu karena Anda jarang membersihkan kipas pada notebook atau komputer Anda. Debu yang masuk  fan komputer dan notebook tentu akan memberatkan kinerja kipas PC/notebook, yang akhirnya membuat prosesor cepat panas.

Jika prosesor panas, maka heatsink pada prosesor yang berfungsi untuk mendinginkan akan cepat kering sehingga panas prosesor menjadi tidak terkendali. Pada akhirnya hal ini akan mengakibatkan PC atau notebook Anda sering mengalami shutdown tiba-tiba dan membuat komputer cepat rusak. Oleh karena itu sangat disarankan membersihkan kipas pada PC dan notebook, serta membersihkan tempat kerja Anda dari debu.

3. Terlalu Sering Install & Uninstall Program

Tidak bisa dipungkiri bahwa program – program zaman sekarang semakin menarik, terutama aplikasi untuk pekerjaan kantor dan aneka game. Akan tetapi, ketika Anda terlalu banyak mencoba program dan game pada komputer Anda, maka komputer akan semakin cepat rusak, terutama harddisk.

Hardisk yang mengalami bad sector secara fisik akan sangat sulit diperbaiki dan belum menemukan solusi. Akan tetapi Anda bisa mengurangi resiko yang satu ini dengan mengurangi instal/uninstall software atau reinstall sistem operasi pada komputer atau notebook Anda. Adapun alternatif lain adalah penggunaan SSD sebagai pengganti harddisk, karena SSD memiliki ketahanan yang lebih tinggi, meski harganya lebih mahal.

4. Terkena Malware

Mungkin terdengar lucu jika malware dapat merusak komputer secara hardware, tetapi hal ini benar terjadi. Beberapa malware mungkin hanya akan merusak sistem kerja komputer dan membuat komputer menjadi lambat atau membuat beberapa jenis file tidak bisa dibuka.

Akan tetapi beberapa jenis malware dan virus komputer mampu menyelinap dan mengubah susunan binary pada driver sehingga terjadi kesalahan hardware yang sulit untuk diperbaiki. Untuk itu Anda harus membekali PC dan notebook Anda dengan antivirus yang dilengkapi perlindungan realtime sebagai tindakan preventif..

5. Terkena Guncangan dan Terekspos Sinar Matahari

Untuk komputer PC desktop mungkin masalah yang satu ini jarang terjadi. Namun, bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi harus berhati-hati dengan notebook Anda. Hal ini dikarenakan komponen notebook tidak sekuat komponen PC Desktop. Anda bisa menggunakan tas notebook yang dapat melindungi notebook Anda dari guncangan.

6. Menginstall Program – Program yang Tidak Seharusnya

Terkadang beberapa program yang tersedia di internet memang menarik untuk dicoba. Namun sayangnya, tidak semua program kompetibel dengan komputer Anda. Beberapa program seperti driver update dan webcam bisa membawa masalah fatal ketika terpasang dan mengakibatkan komputer Anda mengalami blue screen, bahkan red screen. Tentunya jika hal tersebut terlalu sering terjadi, maka komputer Anda tidak akan bertahan lama. Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda meneliti provider dari software dan aplikasi yang akan Anda install pada PC atau notebook Anda.

7. Penggunaan Komputer Secara Berlebihan

Selain listrik, penggunaan komputer secara berlebihan juga mampu menguras heatsink pada prosessor. Kemudian, kipas komputer akan dipaksa bekerja untuk menstabilkan suhu. Pada akhirnya komputer akan semakin cepat mengalami harware fatigue , yang pada akhirnya menjadikan sistem tidak stabil dan dibutuhkan penggantian komponen. Jika Anda berencana untuk menggunakan komputer, baik PC desktop dan notebook, maka sangat disarankan untuk menggunakan komponen seperti fan tambahan dan RAM yang dilengkapi heatsink untuk menstabilkan suhu komputer Anda.

Jika kerusakan pada komputer dibiarkan, mungkin pada awalnya hanya diperlukan perbaikan kecil, seperti pembersihan memori dengan software atau pembersihan hardware, akan tetapi jika hal – hal tersebut berlanjut, maka komputer cepat rusak dan Anda akan memerlukan penggantian hardware hingga harus merogoh dompet untuk membeli notebook yang baru. Jadi, sudahkah Anda melakukan tindakan preventif agar komputer Anda tidak cepat rusak?

Tinggalkan Komentar