Apa yang harus dilakukan jika Anda terinfeksi Ransomware WannaCry?

by Lintang Sunu 24 views0

Ransomware WannaCry yang meminta tebusan

WannaCry adalah ransomware yang membuat geger dunia sejak 12 Mei 2017 lalu. Dikabarkan bahwa WannaCry telah menyerang lebih dari 200.000 sistem komputer berbasis Windows di 150 negara. Mungkinkah sistem komputer Anda terinfeksi?

Ransomware adalah adalah sebuah perangkat lunak (software) berbahaya yang mengunci file-file yang ada di sebuah sistem komputer dan meminta pembayaran untuk membuka kunciannya. Software jenis adalah adalah salah satu jenis virus yang menginfeksi mesin komputer. Serangan ransomware makin meningkat dan ransomware terbaru bernama WannaCry.

WannaCry menginfeksi sistem operasi Windows, khususnya Windows XP, sehingga Microsoft segera mengirimkan perbaikan celah keamanannya. Namun, para pihak berwenang seperti Pusat Keamanan Cyber Nasional Inggris memberikan peringatan agar pengguna komputer berbasis Windows lebih berhati-hati.

Apakah Anda berisiko terhadap serangan ransomware  WannaCry?

Ransomware WannaCry menginfeksi komputer yang menjalankan sistem operasi Windows. Jika Anda pengguna Linux ataupun Mac OS, Anda tidak perlu khawatir. Pembuat ransomware ini menyerang pengguna Windows sebab jumlah pengguna sistem operasi ini jauh lebih banyak dibandingkan pengguan operasi lain. Selain itu, banyak pengguna Windows yang kini semakin mengenal dan menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran.

 

Ransomware WannaCry yang meminta tebusan
Ransomware WannaCry yang meminta tebusan

Satu bulan terakhir, harga Bitcoin melambung sangat tinggi, bahkan kini mencapai 25 juta rupiah per Bitcoin. Ini menimbulkan banyak kejahatan, termasuk dengan intimidasi ransomware ini, di mana tujuan pembuat ransomware ini adalah meminta tebusan berupa Bitcoin kepada mereka yang terserang WannaCary.

 Apa yang harus Anda lakukan untuk melindungi diri dari serangan WannaCry?

Pihak yang berwenang di Inggris dan Amerika Serikat telah mengeluarkan panduan mengenai apa yang harus Anda lakukan untuk melindungi diri dari serangan WannaCry. Baik pengguna pribadi maupun perusahaan sebaiknya:

  1. Jalankan Windows Update untuk mendapatkan pembaruan software terbaru
  2. Pastikan antivirus yang terpasang up-to-date dan pindai komputer Anda untuk mengetahui program berbahaya, jika ada. Penting pula agar Anda menyetel scan otomatis secara rutin di komputer Anda.
  3. Back-up data penting Anda di komputer menggunakan harddisk eksternal atau iCloud.

Jika Anda adalah perusahaan skala besar, berikut yang harus Anda lakukan untuk mencegah serangan WannaCry:

  1. Terapkan penutupan celah keamanan Microsift terbaru untuk celah ini.
  2. Back-up data utama Anda.
  3. Pastikan email keluar dan email masuk terpindai untuk menghindari lampiran yang mengandung bahaya.
  4. Pastikan antivirusnay terbaharui dan lakukan pemindaian rutin.
  5. Edukasi karyawan untuk mengidentifikasi scam, tautan berbahaya dan email yang mengandung virus.
  6. Pastikan untuk menjalankan “uji coba” terhadap keamanan jaringan, minimal 1 tahun sekali.

Namun, bagaimana jika Anda sudah terlanjur terkena ransomware ini?

Seperti dijelaskan dia atas bahwa ransomware WannaCry ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dengan meminta mengirimkan sejumlah uang melalui Bitcoin kepada pemilik sistem yang terifeksi.

  1. Jangan pernah memberikan tebusan yang diminta oleh ransomware WannaCry. Sebuah perusahaan keamanan cyber, Check Point, memperingatkan di blognya yang diposting hari Minggu 14 Mei 2017 bahwa tidak ada bukti satu pun hacker atau peretas akan memberikan berkas yang diretas kepada pemiliknya.
  2. Bagi Anda pengguna pribadi, lebih tepat Anda menghubungi layanan dukungan TI di sekitar Anda.
  3. Kembalikan backup data Anda.

Bagaimana cara mencegah serangan ransomware?

Ransomware secara umum bisa menyerang siapa saja, oleh karena itu Anda perlu waspada. Dan berikut tips agar terhindar dari serangan ransomware, khususnya WannaCry

  1. Pastikan program antivirus Anda up-to-date dan Anda juga memperbarui semua software.
  2. Cadangkan salinan data
  3. Waspada terhadap tautan dan berkas yang terkandung di dalam email.
  4. Unduh perangkat lunak atau sofware dari sumber-sumber terpercaya.

Tinggalkan Komentar