Bagaimana Cara Kerja Charger Nirkabel?

by Lintang Sunu 313 views0

cara kerja wireless charger

Teknologi nirkabel semakin canggih, termasuk merambah ke teknologi pengisian baterai (charging) nirkabel. Namun bagaimana cara kerja charger nirkabel? Bagaimana cara wireless charger (pengisian baterai nirkabel) bekerja?

Ada dua standar pengisian baterai nirkabel, yaitu Qi (dari sebuah kelompok industri yang disebut Wireless Power Consortium) dan Powermat, yang diciptakan oleh sebuah group yang disebut AirFuell Alliance. Meskipun keduanya berbeda dalam spesifikasi, namun sama-sama bekerja dengan menggunakan satu pendekatan yang disebut pemasangan induktif resonan. Dalam sistem ini, daya dikirim di antara dua koil kabel: satu di chargernya itu sendiri dan satunya di perangkat yang diisi ulang.

Di chargernya, daya dimasukkan melalui koil charger, yang mengubah arah ke frekuensi khusus. Aliran daya menciptakan medan magnet, yang berganti sebagai sebaran daya dan arus. Ketika koil yang ada di dalam perangkat yang akan diisi ulang dipasang paralel (seperti ketika Anda menempatkan ponsel Anda di charger), ini dengan cepat membalikkan medan manget (yang  membalikkan kecepatan hingga antara 100 sampai 200 kali per detik) yang diambil oleh koil penerima pada perangkat dan menghasilkan arus listrik yang mengisi perangkat.

Ketika sebuah perangkat ditempatkan di atas charger, perangkat tersebut mengerti perubahan yang terjadi dalam aliran arus dan mengirimkan sinyal untuk memeriksa apakah perangkat butuh pengisian ulang ataut tidak. Jika perangkatnya merespon, maka charger akan mulai mengirimkan energi melalui koil. Ketika perangkat telah terisi penuh, selanjutnya perangkat tersebut mengirimkan sinyal kembali ke charger untuk memberitahu bahwa pengisian telah selesai, dan charger menghentkan aliran energinya. Sistem pengiriman sinyal ini berarti charger tidak akan mengirimkan energi melalui koil kecuali jika charger mendeteksi sebuah perangkat yang memintanya untuk melakukan pengiriman energi.

Ada harga yang harus dibayar untuk pengisian nirkabel. Selama proses menciptakan medan magnet dan menginduksi arus dalam koil kedua, sebagian energi hilang. Hilangnya energi ini bisa mencapai 50 persen, yang berarti bahwa perangkat yang sedang diisi ulang hanya mendapatkan setengah dari energi yang mengalir ke dalam charger. Sisanya hilang dalam prosesnya, yang menghamburkan fluks magnet yang tidak diterima oleh koil penerima.

Cara kerja charger nirkabel. Credit: Brown Bird Design
Cara kerja charger nirkabel. Credit: Brown Bird Design

Ada juga masalah kaitannya dengan standar. Charger standar Qi dan Powermant tidak kompatibel, sehingga jika Anda memiliki charge Qi sementara perangkat Anda menggunakan receiver Powermant, Anda tidak beruntung. Di masa yang akan datang bisa saja berubah, sebab perusahaan-perusahaan pembuat charger nirkabel sedang berusaha mengembangkan charger yang dapat menangani berbagai standar. Sebagai contoh, Semtech, baru-baru ini menunjukkan prototipe yang bisa mengisi perangkat dengan standar Qi maupun Powermant dengan mengemulasi kedua standar tersebut dalam satu charger. Diharapkan upaya ini berarti bahwa charger dan perangkat dari standar yang berbeda bisa kompatibel.

Di masa yang akan datang juga akan ada standar baru, termasuk sistem yang dapat mengirimkan daya pada jarak yang lebih jauh. Tahun 2012, Apple mematenkan sebauh sistem yang disebut resonansi magnetik bidang dekat (NFMR) yang dapat mengirimkan daya dengan jarak tidak lebih jauh dari yang bisa dilakukan oleh standar Qi dan Powermant. Pada paten tersebut, Apple mengklaim bahwa standar mereka ini dapat mengirimkan daya pada jarak satu meter dan yang dapat mengisi ulang berbagai perangkat sekaligus untuk menciptakan apa yang Apple sebut sebagai ‘lingkungan komputing lokal berdaya nirkabel.’ Alat ini bekerja dengan membentuk dan menyesuaikan medan magnet sehingga dapat mengsi ulang perangkat-perangkat dari jarak yang lebih jauh, kemudian mematikan aliran energi ketika perangkat telah terisi penuh.

Sumber: CNET

Tinggalkan Komentar