Berkat Teknologi, Pria Ini Bertahan Hidup 17 Bulan Tanpa Jantung

by Lintang Sunu 367 views0

Stan Larkin, pria berusia 25 tahun, berkat teknologi ia mampu bertahan hidup selama 17 bulan tanpa adanya jantung di dalam tubuhnya. Pada bulan Desember 2014, Larkin mengalami kegagalan jantung dan akhirnya jantungnya dilepaskan dari dalam tubuhnya. Larkin menjadi pasien pertama di Michigan, Amerika Serikat, yang dipasangi sebuah SynCardia Freedom Portable Driver, sebuah mesin berukuran 13,3 pound atau sekitar 6,2 kilogram yang menggunakan udara yang dipompa untuk mengambil alih pekerjaan jantung dalam mempompa darah ke seluruh tubuh.

Stan Larkin, Pria Pertama Hidup Tanpa Jantung, dan SynCardia Freedom Portable Driver
Stan Larkin, Pria Pertama Hidup Tanpa Jantung, dan SynCardia Freedom Portable Driver

Mendapatkan transplantasi organ tubuh tidaklah sederhana. Di Amerika Serikat saja, sekitar 121 ribu orang yang ada dalam daftar transplantasi organ, dan rata-rata ada 22 orang meninggal dunia karena kurangnya organ transplantasi yang tersedia.

Untuk pasien penderita jantung, sebuah teknologi yang menakjubkan telah terbukti mempertahankan hidup pasiennya hingga tersedia transplantasi organ penting itu. Pria bernama Stan Larkin, sebagai orang pertama yang yang menggunakan SynCardia Freedom Portable Driver, baru mendapatkan donor jantung setelah ia menggunakan alat tersebut selama 17 bulan.

SynCardia Freedom Portable Driver dirancang untuk penggunaan kegagalan jantung total, di mana perangkat ini dirancang untuk membantu kegagalan sebagian organ jantung yang tak lagi mampu bekerja. Mesin ini harus digendong menggunakan tas punggung ke mana pun pasien pergi. Adiknya, yang juga penderita kegagalan jantung juga menerima mesin jantung tiruan ini setelah Larkin dan kemudian mendapatkan transpantasi jantung pada tahun 2015.

“Mereka berdua benar-benar amat sangat parah sakitnya ketika kami pertama kali bertemu mereka berdua di ICU kami,” kata Jonathan Haft, calon profesor bedah jantung dari Michinga University.

“Kami sangat ingin agar mereka mendapatkan transplantasi jantung, namun kami rasa kami tidak punya cukup waktu. Ada sesuatu yang unik dari anatomi tubuh mereka di mana teknologi lain sama sekali tidak mau berfungsi untuk jantung mereka.”

Ketika kemudian Larkin menerima transplantasi jantungnya di bulan Mei 2016, Larkin merasa sangat emosional dan sangat berterima kasih kepada pendonornya. “Itu merupakan sebuah rollercoaster yang sangat emosional. Saya mendapatkan transplantasi dua minggu lalu dan saya merasa seperti tak ada kata yang mampu saya  ucapkan. Saya ingin sekali berterima kasih kepada pendonor yang telah memberikan jantungnya kepada saya. Saya ingin bertemu keluarganya satu hari ini. Semoga mereka mau menemuiku.”

Sumber: www.cnet.com

Tinggalkan Komentar