Demi Tingkatkan Kinerja, CEO LinkedIn Berikan Bonus US$14 Juta pada Karyawan

by Lintang Sunu 476 views0

Demi meningkatkan kinerja karyawan, CEO LinkedIn, Jeff Weiner, memberikan bonus sebesar US$14 juta atau setara 189 milyar rupiah. Cara Weiner yang mahal namun murah hati ini adalah cara terbaik yang menurutnya akan meningkatkan moral staf. Total 14 juta dollar itu diberikan sebagai bonus dalam bentuk saham.

Langkah ini datang sekitar sebulan setelah LinkedIn memposting perkiraan penghasilan tahun 2016, yakni antara $3,6 sampai $3,65 triliun, satu gambaran yang mengecewakan para investor, sehingga menyebabkan saham turun hampir 30 persen hanya dalam waktu semalam. Dan saham pun terus jatuh, turun lebih dari 40 persen secara keseluruhan, yang menyebabkan titik terendah dalam tiga tahun terakhir. Saham Weiner sendiri anjlok sebesar $70,9 milyar ke $91,5 milyar.

Keputusan CEO ini berarti karyawan, yang terugikan secara finansial ketika saham perusahaan anjlok, akan mendapatkan pemulihan dari uangnya yang hilang itu.

Juru bicara LinkedIn, Joe Rouldes mengatakan, “Jeff memutuskan untuk meminta Komisi Kompensasi perusahaan untuk merelakan hibah saham tahunannya, dan bukannya menaruh saham itu kembali ke pool bagi karyawan LinkedIn”

Weiner melakukan segala upaya untuk mendorong para stafnya, dan baru-baru ini ia menyemangati karyawannya dengan mengatakan bahwa nilai saham perusahaan akan segera naik kembali.

Ia mengatakan, “Perusahaan kita ini adalah perusahaan yang sama seperti hari sebelum pengumuman pendapatan kita. Aku masih SEO yang sama seperti hari sebelum pengumuman. Anda semua adalah tim yang sama seperti tim sebelum pengumuman pendapatan kita. Dan yang terpenting, kita memiliki misi, visi, dan tujuan yang sama dalam rangka menciptakan peluang ekonomi.  Semuanya sama seperti sebelum pengumuman itu, tak ada yang berubah sedikit pun.”

CEO LinkedIn, Jeff Weiner
CEO LinkedIn, Jeff Weiner

Ternyata, langkah Weiner ini bukan hanya dilakukan oleh dia sendiri. CEO Twitter, Jack Dorsey, juga memberikan sepertiga dari opsi sahamnya kepada karyawannya setelah saham terjun di tengah kekhawatiran pertumbuhan pengguna Twitter yang stagnan.

Sumber: Sitepronews

Tinggalkan Komentar