Deteksi Penyebaran Nyamuk Demam Berdarah dengan Google Search!

by Lintang Sunu 34 views0

Demam berdarah, yang disebabkan oleh virus Dengue, telah membunuh sedikitnya 390 juta jiwa setiap tahunnya. Virus mematikan ini telah membunuh lebih banyak orang di negara-negara tertinggal dan negara berkembang, selain keterbatasannya alat juga deteksi penyebarannya yang kurang tertangani.Deteksi Demam Berdarah pakai Google Search
Menanggapi hal itu, Google mengadakan penelitian untuk mendeteksi penyebarannya. Dikutip dari www.gadgetsnow.com, salah satu alat analisis yang menggunakan data pencarian google dapat dengan cepat dan akurat melacak demam berdarah di negara-negara terbelakang, dan dapat memudahkan tanggap cepat terhadap penyebarannya. Penelitian ini dibangun berdasarkan pada metodologi yang sebelumnya dikembangkan oleh tim yang dibentuk untuk melacak penyebaran influenza di Amerika Serikat.

Alat modeling matematis ini dikenal sebagai ARGO, singkatan dari AutoRegression with GOOgle search queries, yang ditujukan dengan harapan bahwa data pencarian internet dapat membantu paramedis dan pejabat berwenang di bidang kesehatan untuk melacak penyakit setelah sistem dini seperti Google Flu Trends dan Google Dengue Trends memberikan hasil yang kurang memadai.

Dalam kajian terbaru, para peneliti dari Harvard University memodifikasi ARGO untuk menjelajahi kemampunnya untuk melacak aktivitas virus demam berdarah di Brazil, Thailand, Singapura, dan Taiwan.

Dengan menggunakan asumi bahwa lebih banyak pencarian terkait demam berdarah ketika semakin banyak orang yang berpotensi terinfeksi, ARGO menghitung estimasi hampir aktual penyebaran demam berdarah di masing-masing negara.

Kemudian para ilmuwan itu membandingkan estimasi dari ARGO dengan lima metode lain. Mereka mendapati bahwa ARGO menghasilkan data yang lebih akurat dibandingkan dengan metode lainnya.

Temuan hasil penelitian itu menyoroti potensi pencarian Google untuk memungkinkan pelacakan penyakit akibat nyamuk ini dengan lebih akurat dan tepat waktu di negara-negara yang kekurangan sistem pencegahan dini.

Penelitian selanjutnya kemungkinan untuk mengkaji apakah metode ini dapat ditingkatkan untuk melacak penytakit dengan skala waktu dan ruang yang lebih baik dan apakah data lingkungan seperti suhu misalnya, dapat meningkatkan estimasi.

“Luasnya ketersediaan internet di seluruh penjuru dunia memberikan peluang untuk cara alternatif melacak penyakit menular dengan lebih handal, seperti demam berdarah, dan lebih cepat dibandingkan dengan sistem berbasis klinis tradisional,” kata Mauricio Santillana dari Rumah Sakit Anak Boston dan Sekolah Tinggi Kedokteran Harvard.

Bagaimana dengan di Indonesia? Indonesia adalah salah satu negara dengan endemi dan penyebaran demam berdarah yang tinggi.

Tinggalkan Komentar