Ditawar Rp.337 Juta Ditolak, Akhirnya Domain Terbeli Rp.10 Juta Saja

by Lintang Sunu 1,127 views4

Pagi ini salah satu kawan Facebook dari Ontario, Kanada memposting satu postingan yang begitu unik. Ia bercerita bahwa tujuh tahun lalu ia menawar sebuah domain seharga $25,000 atau setara Rp. 337,5 juta, namun kini ia dapatkan hanya dengan harga $749 saja atau setara Rp. 10,1 juta.

Status KenDunn
Status KenDunn

7 tahun lalu aku menawarkan pada seorang dokter gigi usia 70 tahun dari California sebesar $25,000 (Rp. 337,5 juta) untuk domain KenDunn.com. Jelas aku menginginkan domain itu untuk brand-ku. Dia menggunakan domain itu hanya untuk menyajikan gambar-gambar dari liburan lawasnya ke Selandia Baru.

Dia bilang, “TIDAK!”

Aku menghubunginya 1/2 lusin kali dalam waktu 6 tahun lewat, kembali memberikan penawaranku.

Komunikasi kami berakhir dengan ucapannya, “Dengar, aku tidak akan pernah menjualnya kepada Anda. Aku tak peduli berapapun harga yang Anda tawarkan padaku.”
Minggu lalu aku mengeceknya apakah ada sesuatu yang terjadi dengan domain itu. Aku dapati domain itu tersedia. Dokter gigi itu lupa untuk memperbarui domainnya. Aku segera membelinya dengan emoticon senyuman seharga $749 (Rp. 10,1 juta).

Domain seharga $25,000 Mahal?

Nama domain saat ini adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah bisnis. Apakah tujuan utamanya untuk email, website perusahaan, atau bagian dari kampanye pemasaran untuk memulai sebuah bisnis, maka memiliki sebuah nama domain adalah hal yang nyaris mutlak.

Nama domain sangat penting untuk branding, bahkan untuk jangka panjangnya lebih penting dibandingkan model marketing lainnya. Perbedaan antara biaya untuk nama domain dan biaya marketing lainnya adalah bahwa Anda akan mendapatkan ‘keberadaan Anda’ yang akan membantu para pelanggan Anda mendefinisikan Anda, bukan lagi dengan cara menyewa.

Memiliki domain premium bisa saja cukup mahal dengan harga kisaran per nama domain antara $5,000 – $30,000 atau setara Rp. 67,5 juta sampai Rp. 405 juta.

Mahalkah?

Argumen tentang mengapa domain begitu mahal adalah karena kurangnya pemahaman tentang nilai aset yang mendasarinya itu, dan kemungkinan sebagian karena kecemburuan.

Jika nenek Anda membeli sebuah properti menghadap ke laut 10 tahun lalu seharga US$100,000 dan hari ini harganya $500,000 apakah Anda akan menanyakan nilai properti itu Tidak, karena real estate memilki nilai yang nyata dan dapat diterima akal.

Nama domain adalah properti dan meskipun banyak di antaranya dimiliki oleh investor cerdik yang melihat nilai yang akan datang dari aset berupa domain ini dan cukup dengan memonetized-nya dengan menyajikan iklan (sebagai nilai tambah), sebagian besar investor ini tidak akan pernah dikritik atau didefinisikan sebagai orang liar tetapi orang cerdas yang ada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat.

Mengapa Ken Dunn berani menawar $25,000?

Realistisnya, sebuah nama domain bisa berharga berapa saja, namun sebagian besar nama domain dijual di kisaran harga $5,000 (Rp. 67,5 juta) hingga $20,000 (Rp. 270 juta), bahkan domain premium, yang masuk kategori killer dan domain singkat bisa mencapai harga $100,000 atau bahkan jutaan dollar tergantung sejumlah alasan.

Kisah KenDunn di atas, yang mana 7 tahun lalu ia menawar sebuah domain dengan nama persis seperti namanya, kendunn.com, seharga 25 ribu dollar atau setara Rp. 337,5 juta berani ia lakukan dengan satu alasan kuat: branding. Branding (menciptakan merk) adalah satu hal yang sangat mutlak bagi pebisnis. Dan nama domain itu sesuai persis dengan namanya, sehingga Dunn sangat berani untuk menawarkan harga sedemikian itu.

Comments (4)

  1. wah kalo saya udah langsung tak lepas harga segitu mah…

    1. Kalau saya pun sudah langsung saya lepas, dan tinggal ongkang-ongkang kaki di rumah ya Gan Sutrimo?

  2. investasi yang sangat menantang nih mas Lintang , kombinasi antara kecerdikan memilih nama domain yang berprospek bagus dengan keberuntungan. prediksi saya lintangtech nanti juga bisa lebih dari si kendunn ini 🙂 Amiiinn . Semangat semangat

    1. Aamiin. Saya juga terinspirasi oleh Kendunn. Dia salah satu pemasar internasional kondang yang memperhatikan brand creation. Aamiin. Terima kasih doanya Mas. Hanya sampai saat ini masih kurang fokus untuk nulis.

Tinggalkan Komentar