EHang, Drone Raksasa yang Mampu Mengangkut Manusia

by Lintang Sunu 2,165 views0

Dipamerkan pertama kali di event CES 2016 di Las Vegas Januari lalu, EHang 184 menjadi salah pusat perhatian pengunjung. Ya, karena EHang 184 yang dibuat oleh perusahaan asal Cina, EHang, adalah drone raksasa yang dibangun agar masuk satu tubuh manusia.

EHang 184 tidak seperti drone pada umumnya. Drone raksasa ini adalah sebuah drone yang sepenuhnya diatur otomatis yang menjanjikan sebagai pengganti mobil.

EHang, yang didirikan pada tahun 2014 dan telah mendapatkan suntikan modal sebesar 50 juta dollar, telah memproduksi sebuah drone raksasa bernama EHang 184 yang diklaim sebagai salah satu alternatif untuk transportasi pribadi masa depan. Dan yang paling penting adalah ini merupakan bagian yang paling ditunggu-tunggu untuk mengatasi permasalahan transportasi perkotaan yang begitu padat dan macet.

Namun sesungguhnya adalah bahwa perusahaan ini mungkin sekali menggunakan EHang 184 lebih sebagai sebuah alat pemasaran untuk drone ukuran standar mereka seperti halnya siluman. Bukan berarti bahwa EHang 184 tidak akan menjadi sesuatu yang nyata, namun bahwa drone ini tidak akan hadir sebagai Best Buy dalam waktu dekat ini.

Drone raksasa ini tingginya sekitar 4,5 kaki, dengan berat sekitar 200 kilogram, mampu membawa satu orang penumpang selama 23 menit dengan kecepatan 60 mil per jam atau sekitar 96 kilometer per jam. Untuk satu kali penerbangan selama 23 menit, EHang harus diisi ulang selama 25 menit dengan betarai. Pintu-pintu berbentuk sayap burung camar dan lengan-lengannya yang dapat dilipat.

Drone Hantu Raksasa yang Mampu Mengangkut Manusia
Drone Hantu Raksasa yang Mampu Mengangkut Manusia

Pihak EHang mengatakan bahwa drone siluman ini sepenuhnya otomatis, artinya penumpang tinggal memasukkan destinasi yang dituju dan tidak perlu melakukan kontrol apapun selama penerbangan. Perusahaan juga mengatakan bahwa cara ini akan membuat mesin lebih aman dengan menghilangkan “bagian paling membahayakan dari mode transportasi standar, yakni human error.”

Dengan otomatis ini juga berarti bahwa penumpang tidak bisa melakukan apapun ketika terjadi kesalahan, tetapi perusahaan menekankan bahwa sistem yang aman dari kesalahan termasuk juga backup untuk setiap sistem penerbangan, juga fitur di mana pesawat akan segera mendarat ketika nyawa penumpang terancam.

Sejujurnya, menarik ketika sebuah perusahaan memikirkan ke depan dan menginspirasi komunitas drone seperti yagn dilakukan oleh EHang, dengan drone raksasanya, EHang 184.

Sumber: Techcrunch.

 

Tinggalkan Komentar