Gaji Magang di Google 77 Juta Rupiah Sebulan; Dapat Ilmu Dapat Uang – Part 1

by Lintang Sunu 694 views0

Pada awal Januari 2013, seorang pemuda berusia 20 tahun, Rohan Shah asal India mendapatkan pesan email dari Google. Raksasa search engine ini tertarik untuk mewawancarainya untuk salah satu posisi magang yang diidamkan. Gaji bersih untuk karyawan magang sebesar US$5678 atau sekitar 77 juta rupiah, bahkan Shah mendapatkan gaji US$6100 per  bulan atau setara 83,5 juta rupiah, masih ditambah bonus-bonus dan fasilitas lain.

Butuh waktu beberapa minggu semenjak Shah mengisi aplikasi online setelah adanya pameran lowongan kerja di kampusnya, University of Illionis di Urbana-Champaign. Sebenarnya, shah telah menerima magang musim panas lainnya di Qualcomm selama satu bulan.

Tetapi inilah Google, sebagai salah satu perusahaan top dunia, perusahaan terbaik di Amerika Serikat menurut majalah Fortune, akhirnya Shah pun tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan ini.

Salah seorang juru bicara Google mengatakan bahwa Kantor Pusat Google di Mountain View, hanya menerima 1500 karyawan magang dari 40 ribu pelamar setiap tahunnya. Ingin mendapatkan satu tempat di Google berarti siap bersaing ketat.

Setelah melewati tahapan interview yang memakan waktu sekitar satu bulan, Shah akhirnya ditawari sebuah posisi. Bukannya membatalkan rencana musim panasnya bersama Qualcomm, Shah justru menghubungi kampusnya dan cuti. Dia terbang ke markas Google di Mountain View, California dan menjadi salah satu peserta magang dari 50 peserta di musim semi tahun 2013 lalu.

Lantas seperti proses interviewnya, dan apa yang dirasa menjadi peserta magang? Shah dan beberapa peserta magang menceritakan seperti diungkapkan oleh Business Insider.

Wawancara: Sebuah Proses yang Lambat dan Rapi

Apakah Anda melamar sebagai peserta magang atau untuk posisi purna waktu, proses interview di Google dimulai dengan aplikasi online. Calon peserta mengisi formulir yang mewajibkan untuk mengisi nilai rata-rata, pengalaman sebelumnya, kegiatan ekstrakurikuler, dan lain sebagainya.

Shah tidak melakukan yang istimewa dengan surat lamarannya demi menarik perhatian Google. Namun ia menguasai tiga bahasa, ia menerima medali kehormatan, dan dia ada dalam daftar Dekan kampusnya. Selain itu, dia juga menjadi asisten dosen, memiliki pengalaman magang, dan meskipun hanya untuk bersenang-senang, ia membuat aplikasi Android.

Namun, butuh waktu berminggu-minggu bagi Google untuk merespon aplikasinya yang ia kirim bulan November 2012. Ketika akhirnya Google meresponnya, mesin pencari itu mengirimi Shah sebuah email. Sementara kandidat magang lainnya, Evan Carmi, menunggu satu setengah bulan sebelum mendapatkan respon dari HR Google ketika ia melamar di tahun 2010.

Surat menyurat melalui email antara HR Google dan kandidat berujung pada interview via telepon dengan karyawan Google yang ada. Dan inilah ketika proses wawancara sesungguhnya dimulai.

Serangkaian Interview yang “Sangat Teknis” selama 15 Menit

Google pernah terkenal karena meminta permainan asah otak selama proses interview. Setelah adanya berita negatif, Google melarang para stafnya untuk menanyai kandidat seperti “Ada berapa banyak sapi yang hidup di Kanada?”

Namun, wawancaranya sangat teknis, meskipun hanya wawancara untuk para kandidat peserta magang.

“Pada dasarnya wawancara ini mengaplikasikan pengetahuan Anda dalam situasi yang sangat praktis,” kata Shah yang mengizinkan kandidat untuk menggali sedalam mungkin tentang Google.

Wawancara ini berkaitan dengan bagaimana cara Anda bisa mengupas sebuah sistem, atau Anda bisa membuat sesuatu yang lebih efisien. Pelamar terbaik dapat mengaplikasikan konsep-konsep itu dengan sangat cepat selama proses wawancara 45 menit itu.

Wawancara Carmi juga sama teknisnya dengan wawancara Google terhadap Shah, dan ia menulis bebas tentang wawancara itu di 200 postingan blog. Postingan pertamanya berkaitan dengan Site Reliability Engineer di Google. Pewawancara menanyakan kepada Carmi beberapa pertanyaan kaitannya dengan Python, seperti “Tuliskan sebuah fungsi spesifikasi berikut ini: Input: satu daftar. Output: salinan daftar tersebut dengan dupilikasinya yang dihapus.”

Interview kedua Carmi adalah dengan salah satu lulusan Carnegie Mellon di Tim Webmaster Tools milik Google yang memintanya untuk menuliskan kode aktual. Untuk menjawab satu pertanyaan diberi waktu 45 menit dan itu menyebabkan Carmi berkeringat dingin.

Carmi diminta untuk melakukan interview telepon teknis ketiga dan impian-impiannnya menjadi peserta magang Google yang meningga di sana.

Shah lebih beruntung. Satu minggu setelah dua interview via telepon, dia menerima email dari HR: “Anda melakukan dengan baik dalam interview, kami ingin Anda melanjutkan prosesnya.”

Tim perekrut Google kemudian membantunya untuk memikirkan departemen mana yang ingin dia masuki, dan lebih banyak interview yang setelahnya.

“Saya menjalani interview dengan lima tim yang berbeda,” kata Shah.

Tidak seperti interview via telepon, interview tim tidaklah teknis. Mereka membantu para calon peserta magang potensial untuk mengetahui kelompok-kelompok kerja yang berbeda di Google dan mempelajari jika mereka ingin bekerja sama satu sama lain.

Di akhir Januari 2013, tiga bulan setelah Shah mengirimkan aplikasinya, Shah secara resmi diterima sebagai peserta magang di Google. Dia bergabung bersama departemen Android milik Google.

Selanjutnya: Mountain View.

Baca: Gaji Magang di Google 77 Juta Rupiah Sebulan; Dapat Ilmu Dapat Uang – Part 2

Baca: Gaji Magang di Google 77 Juta Rupiah Sebulan; Dapat Ilmu Dapat Uang – Part 3

Ilustrasi: googleblog.blogspot.com

Tinggalkan Komentar