Ilmuwan Temukan USB Stick untuk Menguji Kadar HIV dalam Darah

by Lintang Sunu 113 views0

Baru-baru ini para ilmuwan telah mengembangkan satu jenis pengujian HIV (human immunodeficiency virus) dengan menggunakan USB stick cukup dengan satu tetes darah untuk diuji virusnya. Dengan menggunakan alat ini, didapatkan mengetahui perkiraan hasil yang cepat dan sangat akurat tentang virus HIV ada dalam aliran darah pasien atau tidak.

Para ilmuwan dari Imperial College London dan perusahaan AS, DNA Electronics, telah mengembangkan mekanisme yang dengan bantuan tetes darah, menciptakan sinyal-sinyal listrik yang dapat dibaca oleh komputer atau perangkat portabel lainnya.

Ketika menjalani perawatan HIV, pasien diharuskan memonitor secara rutin level virus dalam darahnya, yang biasanya dilakukan dengan perangkat laboratorium ukuran besar dan butuh proses paling tidak tiga hari. Dengan pengembangan perangkat ukuran kecil ini dapat memudahkan prosesnya, khususnya mereka yang ada di daerah-daerah terpencil dengan keterbatasan infrastruktur medis seperti di pedalaman Afrika.

Dalam jurnal Scientific Reports, para ilmuwan itu menulis “Tantangan bahwa teknologi untuk memuat virus yang tidak dapat diakses dan seringkali tidak terjangkau harganya yang berakibat pada tingginya biaya perawatan pasien penderita HIV-1 kini benar-benar diperhatikan, dan diagnosa yang berkembang saat ini menjadi bagian kunci strategi global untuk berperang melawan infeksi ini.

Graham Cooke, yang menjadi wakil ketua tim peneliti dari departemen kedokteran perguruan tinggi ini mengatakan, “Memonitor muatan virus itu penting untuk keberhasilan pengobatan HIV. Pada saat ini, pengujian seringkali memerlukan biaya sangat tinggi dan peralatan yang rumit dan bisa membutuhkan waktu beberapa hari untuk melihat hasilnya. Kami telah melakukan pengujian virus HIV dengan peralatan ini, yang merupakan besarnya seukuran mesin foto kopi, dan dan saat ini diperkecil hingga seukuran USB flash disk saja.

Pengujian ini menggunakan chip ponsel untuk mengambil satu tetes darah, kemmudian ditaruh di satu titik di USB stick. Deteksi HIV dalam sampel ini memicu perubahan asam, yang ditransformasikan ke dalam sinyal listrik oleh chip tersebut. Sinyal ini dikirim ke USB stick, menampilkan hasilnya di komputer atau perangkat elektronik lainnya.

Dari 991 sampel darah yang diuji oleh para peneliti dalam kajian tersebut, tingkat keakuratan mencapai 95%. Waktu rata-rata yang diperlukan adalah 20,8 menit. Tidak perlu adanya kulkas atau catu daya, yang membuat pengujian ini sangat cocok untuk lokasi-lokasi terpencil.

Hampir 36 juta orang yang terinfeksi oleh HIV, yang menjadi penyebab AID, ada di seluruh penjuru dunia. Sebagian besar penderita HIV ada di daerah pedalaman Gurun Sahara, Afrika.

Sumber: The Verge

Tinggalkan Komentar