Ini Internet Broadband Tercepat di Dunia: Download Film Full HD 2 Jam Hanya 25 Detik

by Lintang Sunu 1,151 views0

Minggu lalu, Rabu 27 Januari 2016, sebuah startup yang baru berdiri, Starry, baru saja mengumumkan bahwa mereka menyediakan layanan internet satelit super cepat, bahkan internet broadband tercepat di dunia. Kecepatan yang mereka tawarkan adalah 1 Gbps, sebuah kecepatan teramat cepat untuk layanan internet satelit nirkabel, bahkan 10 kali lipat lebih cepat dibandingkan kecepatan rata-rata layanan internet broadband rumahan di Amerika Serikat saat ini. Dengan kecepatan ini pula, pengguna bisa mendownload film 2 jam Full HD hanya dalam waktu 25 detik saja. Menakjubkan bukan?

Ini adalah kabar sekaligus janji yang begitu mengejutkan. Karena bagi hampir semua konsumen, akses internet untuk akses dengan layanan 4G LTE paling tinggi mencapai kecepatan 300 Mbps untuk download dan 75 Mbps untuk upload. Meskipun ada Wi-Fi, namun Wi-Fi sebenarnya adalah ekstensi dengan jangkauan pendek dari koneksi kabel. Kendati sudah ada usaha-usaha eksperimental untuk mengirimkan internet dengan drone dan balon, namun belum mengalahkan koneksi 4G.

Janji Starry ini akan segera menjadi nyata di beberapa kota di Amerika dan tahun depan ditargetkan sudah menyebar ke seluruh penjuru Aerika Serikat. Layanan ini didasarkan pada tipe frekeunsi radio yang super tinggi, yang hanya bisa berjalan pada jarak pendek dan bisa dibelokkan dengan mudah oleh hujan ataupun bahkan oleh angin. Ketika teknologi ini telah digunakan untuk menyediakan saluran internet ke bisnis, keterbatasan-keterbatasan teknis dari layanan super cepat ini menjadi sangat mahal.

Berkaitan dengan internet broadband tercepat di dunia yang ditawarkan oleh Starry, salah satu perwakilan perusahaan mengatakan bahwa startup ini masih mengembangkan penentuan harganya, namun diperkirakan harganya lebih murah dibandingkan dengan layanan saat ini, sebab Starry tidak perlu memasang kawat kabel di rumah-rumah.

“Infrastruktur kabel itu sulit,” kata co-founder sekaligus CEO Starry Chet Kanojia di konferensi Pers di Manhattan Rabu lalu. “Oleh karena harus nirkabel.”

Jika Starry mewujudkan janjinya untuk menawarkan koneksi hingga 1 Gbps, atau 10 kali lebih cepat dari kecepatan broadband rata-rata, maka ini benar-benar akan mengguncang industri broadband. Starry benar-benar mewakili alternatif lain untuk akses online kecepatan tinggi, yang termasuk juga layanan Fiber Google senilai $70.

Starry Beam, perangkat yang dipasang di atas, fungsinya menangkap sinyal masuk dari satelit
Starry Beam, perangkat yang dipasang di atas, fungsinya menangkap sinyal masuk dari satelit

Starry memanfaatkan kemajuan teknologi dan komponen nirkabel yang digunakan untuk Wi-Fi dan teknologi satelit untuk mengerjakan layanan broadband ini.

Ketika provider internet tradisional menghabiskan hingga US$2.500 untuk pemasangan kabel atau fiber broadband di satu rumah, Starry bisa memasang perangkat nirkabel hanya dengan US$25 per rumah. Ini berkat kombinasi trik-trik yang mereka punya untuk mememperkuat dan mengarahkan sinyal. Menurut Kanojia, teknologi yang mereka punya mampu mentransmisikan sinyal hingga 1 sampai 2 kilometer jauhnya.

Starry Point dipasang di jendela rumah pelanggan
Starry Point dipasang di jendela rumah pelanggan, berguna untuk menangkap sinyal dari Starry Beam dan ditransmisikan ke Starry Wing

Radio-radio Starry Beam dipasang di bagian atas bangunan untuk menangkap sinyal masuk. Lalu sinyal yang masuk ditransmisikan ke Starry Point, yakni kotak khusus yang ada dipasang di jendela rumah atau apartemen konsumen, yang kemudian menyalurkan sinyal ke perangkat lain lagi yang disebut Starry Wing. Dan selanjutnya Starry Wing akan menyebarkan koneksi ke seluruh ruangan di dalam rumah.

Starry Wing, fungsinya menangkap sinyal dari Starry Point dan menyebarkan ke seluruh ruangan dalam rumah
Starry Wing, fungsinya menangkap sinyal dari Starry Point dan menyebarkan ke seluruh ruangan dalam rumah

Sejauh ini, Starry belum menawarkan rincian harga untuk produk ini, namun Kanojia mengatakan bahwa konsumen tidak akan dibebani untuk biaya perangkatnya. Yang pasti, harga akan sudah tercakup dalam layanan.

Sampai saat ini, sepertinya Starry akan menjadi satu-satunya penyedia layanan internet broadband tercepat di dunia.

Bagaimana dengan di Indonesia? Internet masih lelet seperti keong!

Tinggalkan Komentar