Kecanduan Internet Berdampak Pada Konflik dalam Keluarga

by Lintang Sunu 849 views0

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Georgia State University menyebutkan bahwa para mahasiswa yang kecanduan internet melaporkan dampak positif dan negatif dalam hubungan keluarganya, dan kesalahan tertuju pada orang tua yang tidak membatasi diri mereka sendiri maupun anak-anaknya ketika menggunakan internet.

Penelitian ini menawarkan satu langkah pertama untuk penyusunan intervensi yang efektif terhadap Penggunaan Internet Problematik (PIU) di antara masyarakat usia perguruan tinggi.

Mahasiswa sangat rentan terhadap penggunaan internet problematik yang terus berkembang yang disebabkan oleh beberapa alasan termasuk akses internet yang bebas, banyaknya waktu luang, tugas-tugas yang mengharuskan penggunaan internet, dan kebebasan dari kontrol dan pengawasan orang tua.

Susan Synder, salah satu anggota tim peneliti dari Georgia State University mengatakan bahwa tujuan dari penelitian itu adalah untuk mengetahui mahasiswa dengan PIU, khususnya untuk mengetahui bagaimana internet mempengaruhi hubungan mereka dengan anggota keluarga, baik secara positif maupun negatif.

PIU dianggap sebagai kecanduan perilaku dengan ciri-ciri yang serupa dengan gangguan penyimpangan perilaku. PIU dikaitkan dengan konsekuensi-konsekuensi kesehatan jiwa seperti depresi, kurangnya perhatian atau gangguan hiperaktivitas, social phobia, minum-minuman keras, melukai diri sendiri dan kesulitan tidur.

Diperkirakan Penggunaan Internet Problematik (PIU) sekitar 15% dari total penduduk AS, seperti yang diungkap oleh penelitian itu dan dipublikasikan di jurnal PLOS ONE.

Penelitian ini fokus pada mahasiswa yang melaporkan bahwa mereka menghabiskan lebih dari 25 jam seminggu di internet baik untuk aktivitas yang berkaitan dengan sekolah atau non pekerjaan, dan yang mengalami masalah kesehatan atau psikologis terkait internet. Nilai plusnya adalah para mahasiswa ini melaporkan bahwa dengan waktu mereka di depan internet meningkatkan konektivitas dengan anggota keluarga ketika mereka dan anggota keluarganya terpisah jauh.

Namun demikian, penggunaan internet yang berlebihan cenderung berpotensi menimbulkan konflik keluarga dan ketidaknyambungan ketika anggota keluarga sedang berkumpul. Dan pada saat yang sama, banyak siswa yang mengalami PIU merasa bahwa keluarga mereka terlalu berlebihan dalam menggunakan internet, dengan orang tua tidak cukup membatasi penggunaan oleh orang tua maupun saudara-saudaranya.

Tim peneliti melakukan penelitian kualitatif dengan responden 27 mahasiswa yang mengidentifikasi dirinya sebagai pengguna internet yang mengalami masalah.

Sumber: gadget.ndtv.com

Ilustrasi: qsdigitalsolutions.com

 

Tinggalkan Komentar