Memesan Go-Jek Kini Bisa Melalui Aplikasi Line

by Lintang Sunu 2,396 views0

Go-Jek belum lama lahir, namun melesat begitu cepat perkembangannya di wilayah Jabodetabek dan di beberapa kota besar di Indonesia. Layanan ini dianggap murah dan praktis, juga tingkat keamanannya yang tinggi. Namun, Go-Jek sempat mengalami pelarangan oleh Kementrian Perhubungan, yang kemudian dalam waktu kurang dari 12 jam, Presiden Jokowi mencabut larangan tersebut karena banyaknya protes dari masyarakat dan Netizen. Dan inovasi serta kemudahan dan promosi pun semakin ditingkatkan.

Dalam rangka memudahkan pemesanan Go-Jek, saat ini aplikasi perpesanan Line mengintegrasikan Go-Jek ke dalamnya. Kini para pengguna jasa Go-Jek dapat memesan Go-Jek dari aplikasi Line.

Layanan on-demand, Go-Jek
Layanan on-demand, Go-Jek

Layanan on-demand yang terintegrasi semacam ini bukanlah hal baru. WeChat misalnya, telah mengintegrasikan Uber ke dalam aplikasinya di Amerika Serikat, sementara Line sendiri bahkan telah memiliki layanan taksi di Jepang. Namun pengintegrasian Go-Jek ke dalam Line ini memang baru pertama kalinya dengan pihak ketiga. Ketika ojek dipesan, pengguna Line bisa melihat sampai di mana sopir Go-Jek yang menerima pesanan Anda untuk segera menjemput Anda.

Ojek sepeda motor saat ini memang menjadi pilihan transportasi umum yang ada di banyak tempat di wilayah Asia Tenggara, khususnya di seputaran Jabodetabek. Ini karena ojek sepeda motor, seperti Go-Jek dan Grab Bike  merupakan cara paling efisien untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain dan bisa dengan mudah menghindari kemacetan di jam-jam sibuk. Dengan lebih dari 200 ribu pengojek, Go-Jek jauh lebih besar dibandingkan dengan layanan sejenis, Grab Bike, menjadikan layanan on demand ini menjadi mitra Line.

Pendapatan tahunan Line sebesar 1 milyar dollar untuk pertama kalinya di tahun 2015, namun pertumbuhannya mulai menurun dan tidak jelas apakah menguntungkan atau tidak. Untuk merespon tantangan ini, perusahaan ini memfokuskan kembali untuk memenangkan pasar di Asia dan memonetize basis pengguna yang sudah ada, yang saat ini sudah mencapai 215 juta orang di seluruh dunia.

Indonesia dianggap pasar yang layak untuk dimenangkan, dan memang saat ini Indonesia telah menjadi salah satu dari empat negara dengan penggunaan Line terbanyak di dunia. Layanan BBM dari Blackberry telah menjadi aplikasi yang dominan di Indonesia, beberapa tahun belakangan ini terjadi penurunan, dan ini menjadi peluang emas bagi Line untuk mengambil alih pasarnya. Pendekatan Line saat ini adalah bekerjasama dengan layanan lokal dalam rangka memperluas jaringan. Dengan Go-Jek, integrasi yang dilakukan Line adalah untuk mengkapitalisasi kemitran ini.

Pengintegrasian ini benar-benar diharapkan akan menguntungkan kedua belah pihak, baik Line maupun Go-Jek itu sendiri. Di sisi lain, pengguna layanan on-demand Go-Jek juga merasa memiliki opsi lebih banyak untuk memanfaatkan layanan Go-Jek.

Tinggalkan Komentar