Pabrikan Consumer Technology Cina Makin Berkibar di CES 2016

by Lintang Sunu 285 views0

Customer Electronics Show (CES)  sebagai ajang berkumpulnya bisnis teknologi konsumen dunia, mulai dari teknologi konsumen yang berkait dengan otomotif, VR, mobile, dan wireless diprediksi Cina makin berkibar di CES 2016. Diadakan Januari setiap tahunnya, CES menjadi tempat para produsen memamerkan produk paling mutakhirnya. Jika selama ini didominasi oleh pabrikan Amerika dan benua Eropa, CES 2016 akan tampil beda.

Ketika Hisense mengambil alih booth masif yang dikuasai oleh Microsoft pada ajang CES 2013, ini merupakan awal dari pergeseran kekuatan besar. Stan tersebut berada di posisi penting di bagian tengah Las Vegas Convention Center dan langsung berhadapan dengan Intel; meskipun bukan stan terbesar di ajang ini, namun menjadi stand yang paling dilihat.

CES 2015 dipandang sebagai tahun munculnya perusahaan-perusahaan teknologi Cina seperti Hisense, Lenovo, ZTE, dan TCL yang menghasilkan dorongan besar untuk ditunjukkan ke pasar Amerika Serikat dan dunia bahwa teknologi mereka sangat layak untuk dilirik.

Di CES 2016, invasi Cina bahkan akan lebih tersebar luas lagi. Produsen teknologi konsumen Cina makin bersinar di CES 2016. Mulai dari pabrikan drone konsumen terbesar dunia, DJI, hingga Faraday Future, akan menjadi pengaruh besar Cina yang ada di mana-mana, di Las Vegas nanti.

LeTV Cina Courtesy: www.notey.com
LeTV Cina
Courtesy: www.notey.com

Orang yang berada di balik layar Faraday Future adalah seorang milyarder, Jia Yueting, orang yang memiliki LeTV, yang dikenal sebagai “Netflix of China”, yang juga memproduksi smartphone dan TV. Dikabarkan bahwa LeTV diprediksi akan menciptakan debut pertamanya di CES 2016 dengan melaunching produk TV 4K terbesar di dunia.

Dari smartphone, dua merek smartphone terbesar dunia, ZTE dan Huawei, diprediksi akan menggemparkan pasar Amerika Serikat. ZTE sudah membuat peta jalan yang signifikan mengikuti keberhasilan marketingnya di tahun 2015 termasuk pensponsoran sejumlah tim olahraga, dan perusahaan ini berencana untuk mengumumkan upaya terakhirnya di Las Vegas Januari nanti.

Huawei bahkan lebih menarik lagi. Hingga kini, perusahaan ini belum berhasil menembus pasar smartphone AS karena kekhawatirannya akan keamanan produk-produk Huawei. Namun, di ajang CES 2016, perusahaan ini akan mengumumkan bahwa perusahaan ini akan merencanakan sub mereknya, Honor, ke pasar AS di tahun 2016 nanti, dengan harapan bahwa nama baru dan harganya akan membantunya memberikan dampak pada salah satu pasar smartphone yang yang paling menguntungkan di dunia.

Tinggalkan Komentar