Teknologi Mampu Memecahkan Masalah Perubahan Iklim

by Lintang Sunu 590 views0

Perubahan iklim adalah salah satu isu paling santer dibahas selain terorisme, karena kedua isu ini sangat mendasar dan sangat penting bagi kedamaian dan kelangsungan hidup manusia. Banyak hal dilakukan untuk mengatasi keduanya, khususnya perubahan iklim, yang berpengaruh secara global tanpa memandang bulu. Salah satunya adalah aspek teknologi. Namun, apakah teknologi mampu memecahkan masalah perubahan iklim?

Peter Thiel mengatakan bahwa sektor teknologi bersih, yakni panel surya, turbin angin, dan masih banyak lainnya, merupakan ‘bencana’ di tahun 2011 lalu. Namun kini industri panel surya sendiri mempekerjakan 170.000 orang, jauh lebih banyak dibandingkan jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Google, Apple, Facebook, dan Twitter jika digabungkan sekalipun. Dan diklaim juga bahwa pertumbuhan tenaga kerja untuk pekerjaan ini 20 kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tenaga kerja di sektor perekonomian Amerika Serikat lainnya.

Sektor energi, yang bernilai trilunan dollar merupakan sektor perekonomian terbesar kedua di dunia, setelah sektor militer. Industri tenaga surya sendiri diprediksi mencapai 3,7 triliun dollar pada tahun 2025.

Mengapa teknologi mampu memecahkan masalah perubahan iklim?

Dunia harus mengurangi emisi karbon untuk menghindari bencana alam akibat perubahan iklim. Jika tidak dilakukan, maka permukaan air akan naik dan menelan pesisir dan sistem makanan akan rusak. Kita bisa menggunakan jumlah energi yang sama namun tetap menghasilkan emisi yang lebih rendah, atau kita bisa menggunakan lebih sedikit energi untuk menjalankan aktivitas kita.

Dampak terbesar pada perubahan iklim adalah bahwa energi yang berasal dari fosil menghasilkan emisi karbon yang sangat besar, yang merusak atmosfir bumi, yang pada gilirannya meningkatkan suhu global. Sementara energi terbarukan, seperti energi matahari, biofuel, dan angin hampir tidak memiliki emisi gas buang, sehingga jauh lebih ramah lingkungan, dan tentu saja ini adalah solusi terbaik untuk mengatasi masalah perubahan iklim yang semakin parah.

Teknologi dan Perubahan Iklim Courtesy: www.tenstrands.org
Teknologi dan Perubahan Iklim
Courtesy: www.tenstrands.org

Para ilmuwan telah berupaya mencari solusi terbaik kaitannya dengan perubahan iklim ini. Maka terciptakan software cleantech yang sangat diperlukan untuk energi terbarukan. Cleantech melakukan dua hal: 1) meningkatkan sumber energi nol karbon; dan 2) mengoptimalkan penggunaan energi.

Software ini memudahkan solar installer untuk dipasang di panel-panel di atas atas dengan lebih cepat dan lebih murah. Mengoptimalkan penggunaan energi seperti Fitbit untuk penggunaan energi. App store tidak memiliki aplikasi energi karena datanya dikunci dalam ribuan format berbeda. Bahkan ada satu accelerator startup, Powerhouse, yang fokus pada tool software surya.

Energi matahari juga tidak perlu subsidi dan tanpa batas. Mendapatkan sumber listrik dari panel surya lebih murah dibandingkan dengan membeli sumber listrik dari pembangkit listrik lain. Energi yang bersumber dari fosil membutuhkan empat kali lebih banyak uang untuk subsidi dibandingkan energi terbarukan.

teknologi dan perubahan iklim
Energi Terbarukan dan Perubahan Iklim Courtesy: www.triplepundit.com

Negara-negara yang tergabung dalam G20 menghabiskan US$452 milyar atau sekitar 6328 triliun rupiah setahun untuk mensubsidi produksi bahan bakar dari fosil, hampir empat kali lipat secara global yang diperlukan untuk mensubsidi energi terbarukan.

Menurut Badan Energi Internasional menemukan bahwa BBM dari fosil membutuhkan US$550 milyar atau sekitar 7700 triliun rupiah setahun untuk subsidi. Minyak bumi, batu bara, dan gas mendapatkan lebih dari empat kali dari total 120 milyar dollar yang dibayarkan sebagai insentif untuk energi terbarukan termasuk angin, energi matahari, dan biofuel.

Sumber: techcrunch.com

Tinggalkan Komentar