Teknologi Virtual Reality Bisa Menyembuhkan Stroke

by Lintang Sunu 507 views0

Sebuah startup yang berbasis di Swiss, MindMaze, baru saja mendapatkan investasi senilai 100 juta dollar untuk mengembangkan percampuran antara perangkat virtual reality dan neurosains untuk dipasarkan kaitannya dengan perawatan kesehatan. Perpaduan antara teknologi virtual reality dan neruosains ini bisa lebih cepat menyembuhkan stroke atau korban cedera otak, seperti hasil penelitian yang dilaksanakan di Amerika Serikat.

Founder sekaligus CEO MindMaze, Tej Tadi, menjelaskan bagaimana membayangkan korban stroke yang kehilangan kendali atas tangan kiri tetapi masih bisa menggerakkan tangan kanannya. Setelah mengenakan kaca mata MindMaze, pasien melihat gambar tiga dimensi, atau avatar, tangan kirinya yang bergerak ketika ia menggerakkan tangan kanannya.

“Kondisi itu memicu bidang-bidang di otak untuk mengatakan, ‘Tunggu, ayo dapatkan lagi kendali atas tangan kanan’,” kata Tadi. “Tangan yang tadinya tidak bisa digerakkan kini berfungsi.” Dan proses  mengakali otak itu untuk melihat sesuatu yang sesungguhnya tidak ada di dunia nyata mempercepat penyembuhan stroke, kata Tej.

Virtual Reality untuk Terapi Stroke Courtesy: http://www.gesturetekhealth.com/
Virtual Reality untuk Terapi Stroke
Courtesy: http://www.gesturetekhealth.com/

Investasi yang ditanamkan di MindMaze rasanya akan menguncang obat-obatan. Dikutip dari CNET, wakil presiden sebuah perusahaan penelitian teknologi informasi Gartner, Brian Blau mengatakan, “JIka ada satu daftar singkat tentang bidang-bidang di mana virtual reality akan benar-benar berguna, maka layanan kesehatan ada dalam daftar itu.”

Sejak tahun 1990, para ilmuwan sudah melakukan penelitian mengenai teknologi VR ini. Awalnya mereka menggunakan teknologi VR untuk mengobati pasien pada fobia terhadap serangga. Namun penelitian terus dilakukan hingga akhirnya sampai pada manfaat VR untuk perawatan kesehatan.

Memang masih diakui bahwa layanan kesehatan masih memainkan peranan yang sedikit dibandingkan dengan hiburan kaitannya dengan teknologi VR ini. Menurut PitchBook, dari 121 capital venture yang bergerak di bidang pengembangan VR, baru 8% yang fokus untuk pengembangan produk layanan kesehatan.

Namun, mengingat banyaknya uang yang dihabiskan untuk pengobatan cedera otak ini. Sementara dengan menggunakan terapi virtual reality (VR), pasien cukup mengeluarkan biaya sekitar $30 per bulan, dan akan lebih cepat sembuh dibandingkan dengan terapi obat-obatan, kata Tadi, CEO MindMaze.

Sumber: CNET

Tinggalkan Komentar