Tutlub, Jejaring Sosial untuk Bertanya dan Diskusi Tentang Islam

by Lintang Sunu 2,462 views0

Tutlub hadir sebagai jejaring sosial untuk berinteraksi online secara aman. Stigamatisasi terhadap umat Islam sejak terjadinya serangan teroris di Paris dan California semakin meningkat. Ditambah lagi dengan banyaknya pengungsi Suriah, menjadikan kesan negatif dan stigma buruk terhadap muslim pun semakin bertambah. Banyak orang bertanya hubungan antara Islam dan terorisme, juga tentang Islam itu sendiri, baik offline maupun online.

Menyikapi hal itu, baru-baru ini, seorang teknopreneur asal Nigeria yang berkantor di Inggris mencoba menciptakan Tutlub, sebuah jejaring sosial yang dirancang sebagai tempat bertanya dan berdiskusi tentang Islam oleh kaum Muslim. Inilah salah satu cara untuk menciptakan dialog online yang bermanfaat dan terbuka.

Tutlub, yang berarti “bertanya” dalam bahasa Arab, bertujuan untuk membuang kekhawatiran dan ketakutan bahwa jejaring sosial dijadikan sebagai alat rekrutmen bagi kelompok-kelompok ekstrimis seperti ISIS. Sebaliknya, jejaring sosial ini adalah satu wadah bagi umat Islam untuk mendiskusikan kepercayaannya, mencari pedoman hidup, dan membaca kandungan ayat-ayat suci.

Tutlub menunjukkan nilai-nilai modern dari Islam dan mendukung setiap muslim untuk siap menghadapi informasi yang salah yang disebarkan oleh kelompok-kelompok ekstrimis,” kata Hassan dalam wawancara yang dilakukan oleh CNET.

Tutlub yang awalnya diujicoba oleh para relawan, telah menjadi 20 top trending aplikasi sosial di Google Play di Nigeria selama dua minggu setelah peluncurannya. Hasan berharap bahwa jejaring sosial yang ia dirikan akan menarik perhatian para pengguna internet yang terus bermunculan di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim seperti Indonesia, India, Nigeria, dan negara dengan penduduk mayoritas muslim lainnya. Aplikasi jejaring sosial ini akan sudah  tersedia di websitenya dan di Google Play sebagai aplikasi gratis.

Sebelumnya, sudah bermunculan jejaring sosial bagi umat Islam, namun semuanya tumbang dan kehadiran Tutlub ini diyakini oleh Hasan sebagai waktu tepat dengan seiring hadirnya akses internet di negara-negara seperti negara asalnya Nigeria, di mana tidak ada alergi terhadap layanan internet. Hasan mengatakan bahwa aplikasi ini tidak akan mengganti Facebook namun akan menjadi pelengkap bagi Facebook.

Jejaring sosial sudah sangat melimpah, seperti Facebook, Twitter, Google+, Myspace, dan sebagainya, pertanyaannya adalah mengapa harus ada platform jejaring sosial lain?

Menurut pendiri Tutlub ini, keyakinan dan grafik sosial keagamanan membentuk dasar-dasar interaksi sosial bagi sebagian besar penduduk pasar yang sedang berkembang, misalnya Brazil, Nigeria, Indonesia, India, UAE, dan Timur Tengah. Dibandingkan dengan para pengguna di negara-negara maju, jejaring sosial ini akan lebih mudah ditangkap sebagai wadah untuk mendapatkan pemahaman lebih tentang ilmu agama Islam.

Kendati jejaring sosial in bersifat terbuka, namun tetap diawasi oleh para ulama dan ahli agama Islam, dengan tujuan tidak terjadinya penyebaran paham-paham radikal seperti ISIS.

Jejaring sosial Tutlub juga dilengkapi dengan tombol ‘suka’ yang dalam social network ini diganti dengan kata ‘Amin’.

Untuk mengunduh jejaring sosial Tutlub, Anda dapat men-download-nya di sini.

Tinggalkan Komentar